Petambak Udang Pemalang Studi Banding Teknologi Juara di Kabupaten Pasuruan

SURYA.co.id | SURABAYA – Petambak udang dari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, melakukan studi banding di tambak udang, kampung Juara, Desa Gerongan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, akhir pekan lalu.

Studi banding itu dilakukan untuk menghadapi cuaca ekstrem yang berdampak pada budidaya udang vanamae.

“Perubahan lingkungan yang tidak bisa terkendali (fluktuasi suhu), memiliki implikasi kuat pada penurunan sistem imun dan kemampuan sekresi enzim oleh udang secara alami,” kata Ahmad Arif, Founder Teknologi Juara, Minggu (1/3/2020).

Hal itu memicu tidak maksimalnya udang dalam mencerna pakan yang sudah diberikan.

Walhasil, bukan kualitas udangnya saja yang menurun, tapi juga ada efek beruntun yang merusak lingkungan.

“Sehingga mutu lingkungan dan air di kolam budidaya juga terus menurun,” tambah Ahmad Arif.

Hal itu sedang menjadi ancaman bagi petambak di kabupaten Pemalang, yang datang ke Kraton.

Sementara terkait teknologi juara, yang sudah diterapkan di Pasuruan, mampu menjaga kualitas air dengan melakukan pengolahan material dari sisa pakan dan kotoran dari udang yang ada di dasar tambak.

Selain itu juga mampu meningkatkan serapan pakan buatan pada udang sehingga pakan akan lebih optimal.

Hal tersebut sudah dibuktikan di tambak-tambak Desa Gerongan yang merupakan binaan dari PT Juara Biolife Solution.

Teknologi ini mampu merombak material organik (protein, Lemak, karbohidrat, dll) tersebut menjadi gugus pendek yang nantinya dapat di konsumsi ulang oleh udang atau sebagai makanan bagi pakan alami udang.

“Ada Enzym yang kami beri nama Juara, ini membuat pengolahan tuntas dan cepat dengan merubah nitrit menjadi nitrat, N2 dan H2O. Selain itu juga didesain produk yang dapat menjaga stabilitas kondisi lingkungan tambak agar tidak terjadi fluktuasi tinggi. Seperti diketahui, udang sangat rentan dengan perubahan suhu, pH dan kualitas air yang cukup besar,”jelasnya Ahmad Arif.

Enzim yang dibutuhkan udang ini merupakan jenis organik yang terdiri dari gabungan dari prebiotik, probiotik, enzym dan substrat. Secara spesifik akan mengoptimalkan kerja enzym, chellate, garam alkali dan vitamin yang dibutuhkan.

Sampah organik dari perairan tambak yang berasal dari sisa pakan, feses, moulting akan dengan cepat dapat di degradasi agar tidak berbahaya bagi lingkungan perairan tambak.

“Dengan Enzym Juara Biogreen hasil yang diperoleh signifikan. Perubahan akan terasa dalam jangka waktu pendek sekitar 30 hari. Plankton Stabil & PH stabil. Alkalanitas tidak turun dan kondisi kolam jauh lebih nyaman,” lanjutnya.

Dinas Kelautan dan Perikanan Pemalang, Jateng memang menggeber kegiatan untuk mendongkrak hasil panen petambak udang vaname, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Sebelum melakukan studi banding ke Pasuruan, pembudidaya udang vaname di bekali wawasan dalam seminar pada tanggal 27 Februari 2020 bertempat di hotel The Winner Premier.

Ada 40 petambak Pemalang yang ikut. Pelatihan ini juga mengundang narasumber praktisi akuakultur, Suprapto NS.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

4 × two =

Update

Berita Terkait