Asosiasi Petambak dan SCI Bahas Soal Pengelolaan Limbah dan Budidaya Udang

Bondowoso. harianjatim.net – Masih dalam suasana bulan Syawal, Asosiasi Petambak Intensif (ASTIN) bersama Shrimp Club Indonesia (SCI) Situbondo- Probolinggo menggelar sebuah acara yang bertajuk halal bihalal dan santunan bersama beberapa yayasan. Selasa, 31/5

Acara tersebut dimaksudkan untuk tetap menjalin ukhuwah dan sudah menjadi fitrah manusia untuk berbuat baik terhadap sesamanya. ASTIN merupakan salah satu organisasi petambak yang ada di wilayah Situbondo- Probolinggo yang cukup rutin melaksanakan acara, baik itu acara seminar, diskusi dan sharing bersama terkait masalah budidaya udang khususnya. Menurut Surya Wahyudi selaku ketua SCI Pusat Situbondo Probolinggo halal bihalal ini diadakan sebagai upaya untuk menjalin silaturahmi.

“Selama kurang lebih 2 tahun terkurung karena pandemi. Dengan adanya acara ini diharapkan tidak hanya acara halal bihalal dan sosial, melainkan dapat dijadikan wadah untuk para pembudidaya untuk bisa saling berdiskusi mengenai masalah budidaya. Sehingga SCI ini bisa tambah booming dan sukses untuk kedepannya.”tuturnya

Sementara PT Juara Biolife Solution yang merupakan salah satu perusahaan produsen enzim, atau yang lebih dikenal dengan Juara, diberikan kesempatan untuk mengisi acara tersebut. Juara ditunjuk sebagai pengisi materi selama acara tersebut. Ahmad Arif, selaku CEO dari Juara mengucapkan terimakasih dan sangat senang bisa bergabung dalam acara tersebut. Sembari berdiskusi mengenai masalah budidaya, Juara mendapat kesempatan untuk bisa mengenalkan produk andalannya yaitu enzim Juara.

“Enzim Juara merupakan salah satu merek enzim yang difokuskan untuk mengolah limbah budidaya dalam petakan. Target ekspor udang akan meningkat menjadi 250% di tahun 2024. Karena banyaknya permintaan, tentunya akan banyak masalah limbah yang dihasilkan dalam petakan yang menjadi masalah besar untuk budidaya jika dibiarkan. Inilah yang mendorong Juara untuk hadir dan bisa menjadi solusi akan masalah tersebut, ” kata Wempi, selaku tim dari Juara

Ditambahkan Sofanul, selaku technical support dari Juara mengatakan masalah limbah yang ada dikolam, sebaiknya bisa diselesaikan dalam kolam, sehingga air yang keluar berupa limbah budidaya bisa aman terbuang kembali ke lingkungan. “Stabilnya kualitas air budidaya sangat penting. Selain kehidupan biota/ udang nyaman untuk pertumbuhannya juga mampu memperbaiki ekosistem lingkungan”, tambahnya.

Indah Okta, selaku tim sales dan marketing, juga menambahkan bahwa enzim Juara ini bukanlah obat dewa yang mampu mengatasi setiap permasalahan yang ada di tambak, melainkan sebagai jembatan penghubung untuk bisa mengurangi atau menekan masalah limbah dalam budidaya. ” Enzim Juara sebagai fasilitator, disamping itu SOP yang tepat dalam budidaya sangat diperlukan, seperti biosecurity, keberadaan IPAL yang memang wajib dimiliki oleh setiap pelaku usaha budidaya, dan syarat-syarat budidaya lainnya.” imbuhnya

Ditempat sama Ketua SCI pusat, Ir. Pitoyo, juga menyampaikan bahwa perizinan dan pengelolaan limbah atau segala hal yang berkaitan dengan lingkungan, diharapkan mampu dilengkapi oleh setiap pembudidaya, demi keberlangsungan budidaya dan lingkungan kita. Karena bisnis udang ini sudah jadi konsumsi publik dan menjadi sektor usaha yang paling diminati.(wan/ind)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

7 + 20 =

Update

Berita Terkait