Musim hujan sering menjadi tantangan besar dalam budidaya udang vaname. Curah hujan yang tinggi dapat mengubah kondisi air secara drastis dan berdampak langsung pada kesehatan udang, kualitas air, hingga tingkat kelangsungan hidup (SR). Jika tidak ditangani dengan tepat, hujan bisa menjadi pemicu stres, penyakit, bahkan kematian massal. Oleh karena itu, diperlukan manajemen yang tepat, salah satunya dengan pemanfaatan enzim untuk menjaga kestabilan lingkungan tambak.
Dampak Negatif Hujan bagi Udang Vaname
1. Penurunan Salinitas Secara Mendadak
Air hujan bersifat tawar sehingga dapat menurunkan salinitas tambak secara cepat. Penurunan salinitas yang ekstrem menyebabkan udang mengalami osmoregulatory stress, ditandai dengan:
- Udang lemas
- Nafsu makan turun
- Mudah terserang penyakit
2. Perubahan pH Air
Air hujan cenderung memiliki pH rendah. Jika turun drastis, pH tambak bisa menjadi tidak stabil sehingga :
- Mengganggu proses metabolisme udang
- Memicu naiknya senyawa beracun seperti H₂S dan NH₃
- Membuat udang stres berkepanjangan
3. Peningkatan Bahan Organik
Hujan membawa lumpur, sisa pakan, dan kotoran dari pematang masuk ke kolam. Akibatnya :
- Bahan organik menumpuk di dasar tambak
- Bakteri patogen berkembang
- Air menjadi keruh dan berbau
4. Penurunan Kualitas Air
Curah hujan tinggi sering menyebabkan :
- DO (oksigen terlarut) menurun
- Amonia dan nitrit meningkat
- Plankton mati mendadak (plankton crash)
- Kondisi ini sangat berbahaya bagi udang vaname.
Peran Enzim dalam Mengatasi Dampak Hujan
1. Mengurai Bahan Organik
Enzim berfungsi mempercepat proses penguraian :
- Sisa pakan
- Kotoran udang
- Lumpur organik di dasar tambak
Dengan bahan organik terurai sempurna, air menjadi lebih stabil dan tidak mudah beracun.
2. Menekan Gas Beracun
Penggunaan enzim membantu menurunkan :
- Amonia (NH₃)
- Nitrit (NO₂)
- Hidrogen sulfida (H₂S)
Gas-gas ini sering meningkat setelah hujan dan menjadi penyebab utama udang stres dan mati mendadak.
3. Menstabilkan Kualitas Air
Enzim bekerja bersama mikroorganisme menguntungkan untuk :
- Menjaga keseimbangan ekosistem tambak
- Mengurangi fluktuasi pH pascahujan
- Memperbaiki warna dan kejernihan air
4. Mengurangi Risiko Penyakit
Lingkungan air yang bersih dan stabil akan :
- Menekan pertumbuhan bakteri patogen (Vibrio)
- Meningkatkan daya tahan udang
- Mengurangi kebutuhan penggunaan obat kimia.
Cara Aplikasi Enzim Saat Musim Hujan
- Aplikasikan enzim setelah hujan deras atau saat kualitas air mulai menurun
- Tebar larutan enzim secara merata
- Lakukan aplikasi rutin (misalnya 2-3 hari sekali) saat curah hujan tinggi
- Kombinasikan dengan manajemen aerasi yang baik agar hasil lebih optimal.
Sumber artikel :
https://www.globalseafood.org/
https://thefishsite.com/


